Hollywood is going to take The Raid to its monarchy. In early 2013, Hollywood will remake this Indonesian action-thriller movie, waking up the Indonesian movie industry from its dead faint.

Mungkin ini bukan kali pertama film Indonesia maju di kancah internasional. Film The Raid yang disutradarai oleh seorang Welsh yang terobsesi dengan pencak silat, Gareth Evans dan dibintangi oleh atlit beladiri pencak silat Iko Uwais ini sudah sejak setahun yang lalu disorot media nasional maupun internasional. Apa sebabnya?

Dilansir dari Bloody Disgusting Horror, The Raid mengusung tema yang sangat sederhana, yaitu tentang satu tim polisi yang merazia kompleks bangunan yang dikuasai gembong narkotika. “It’s an action movie, so why the hell is a deep story even necessary?

Film ini sempat diramalkan akan menyebabkan perang penawaran besar antar studio, tapi Sony Pictures Classics cukup cerdas untuk memiliki hak distribusi secara penuh sejak Festival Film Cannes, walaupun hanya melihat sebagian dari footage film tersebut. Setelah berhasil memiliki hak distribusi penuh film The Raid ini, Sony Pictures Classics menunjuk Mike Shinoda dari Linkin Park dan Joseph Trapanese sebagai composer soundtrack film ini. Joseph Trapanese sendiri adalah composer yang sempat berkolaborasi dengan Daft Punk dalam pembuatan soundtrack Tron: Legacy.

The Raid, sejauh ini sudah masuk ke dalam “Official Selection Toronto International Film Festival”, dan memenangkan “Midnight Madness Awards “ di acara yang sama September tahun lalu, serta “Official Selection Sitges International Fantastic Film Festival”, “Official Selection Busan International Film Festival”, dan juga “Official Selection Cannes International Film Festival”.

Film yang bergenre action-thriller ini akan di-remake oleh Hollywood di awal tahun 2013 mendatang dengan substitusi hampir di seluruh elemen, termasuk sutradara dan sang bintang utama. Namun, Gareth ditunjuk sebagai ­executive producer dan Iko tetap berperan sebagai trainer pencak silat bagi siapapun yang nantinya menjadi bintang utama.

Film yang memiliki judul asli “Serbuan Maut” ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan bagi kebangkitan film dalam negeri, setelah produksi film bergenre horror yang secara massive di produksi beberapa tahun belakangan ini.