Judul : The Catcher In The Rye
Pengarang : Jerome David Salinger
Penerbit : Banana Publisher
Bahasa : Indonesia (terjemahan)
Penerjemah : Gita Widya Laksmini

 

The Catcher In The Rye adalah novel classic karya penulis besar J. D. Salinger yang menceritakan tentang perjalanan singkat (baca: beberapa hari) hidup seorang remaja, Holden Caulfield, yang baru saja dikeluarkan (lagi) dari sekolahnya. Karena dia bodoh? No! Dia dikeluarkan karena terlalu idealis. Yah… dan ngomong-ngomong, dia sudah dikeluarkan 3 kali dari sekolah. Dan yang terakhir ini dari sekolah Pencey Prep di Agerstoon, Pennsylvania.

J. D. Salinger

Dari segi penuturan cerita, Salinger membuat cerita dalam novel ini mengalir begitu natural dan manusiawi. Dengan sudut pandang Holden sebagai “aku”, membuat seakan kita sedang mendengarkan cerita dari seorang teman tentang pengalaman dramatisnya beserta persepsi mengenai hal-hal yang dialaminya tersebut.

Novel ber-genre bildungsroman atau karya untuk remaja yang beranjak dewasa ini menggunakan bahasa-bahasa kasar, vulgar dan tanpa tedeng aling-aling. Yes! sangat kasar, namun apik dan tepat guna. Ia (Holden) melihat lingkungan sosial dari kacamata seorang remaja pemberontak yang bermasalah dengan lingkungan sosial dan kepribadiannya. Ia menilai lingkungan dewasa penuh dengan kepalsuan.

 

Sisi positif dari novel ini adalah kita, secara tidak langsung, diajarkan untuk jujur pada diri sendiri mengenai apa yang dirasakan dan tidak munafik. Novel ini juga bisa menjadi travel guide jika anda sedang berkeliling di kota New York, karena Salinger menceritakan dengan sangat apik setiap detail tata letak dan suasana kota New York yang dilewati Holden. Novel ini pun dinobatkan sebagai salah satu dari 100 buku terbaik sepanjang masa versi Time. Wow!!!

Dan yang paling luar biasa, The Catcher In The Rye telah menjadi inspirasi bagi para pembunuh. Contohnya adalah, Mark David Chapman yang membunuh John Lennon beberapa jam setelah ia meminta mantan anggota The Beatles itu untuk menandatangani novel ini. Begitu juga dengan John Warnock Hinckley, Jr., pelaku percobaan pembunuhan terhadap Presiden Ronald Reagan, dilaporkan memiliki obsesi terhadap novel ini. Padahal novel ini tidak secara eksplisit mengajarkan bagaimana cara-cara membunuh. Bahkan memotivasi pun tidak. Mungkin kemarahan kritik-kritik dari sudut pandang anak muda yang merasa dirinya adalah korban dari sistem, bisa mendorong para pembaca yang punya masalah kejiwaan dan mengalami nasib yang sama dengan Holden untuk melakukan hal-hal nekad. Ia pembaca yang marah, merasa tidak ada yang memahaminya, tapi sangat sayang keluarga seperti Holden.

Bagi anda yang memiliki Personality Disorder, novel ini sangat (TIDAK) disarankan untuk anda baca.

  • dilladoel

    pesan dmn bro…?